Kamis, 02 September 2010

Black Canyon Coffee # Kopi Black Canyon

Wow.. 3 months have passed without posting my blog. Well, actually I want to posting every months but everytime I want to post, there is a problem like there is an error in internet, or maybe I'm a little busy or something else, and everytime when the internet is going well and I not busy, I don't know why I'm not in the mood to posting something. (Lazy? maybe. Ha!) :p Err..actually I want to make this post long long time ago but it's just realized now.
This post is tells of my uncle whose I called 'Cek' in bahasa. He is my father's brother (my father is R.I.P since I 7months) T.T As time goes by and I grow up, I feel that I wanted to have a father whose caress me, advice me, give me pocket :p and everything else like other father's do. My uncle (this uncle I tell b'coz I have many uncle) is nice for me and sometimes I imagine that he became a father for me (as he didn't know). I imagine that he caress my head like he do with her daughter, give me some advice, etc. I remembered when I am visited his house, he always call all family to eat when he eat. When I and his family go to dinner outside, he ask his children including me, if we want to added foods. He asked, "Do you want to add?" It feels like he is so care with me, you know. And I remembered when I play with my cousin (his daughter) and he watch our behaviour with small smile etched on his face. And when he asked, "She eats well." he asked to his wife when we eat Japanese food (like some steak). One of things that made me disappointed is why I didn't passed time by talk to him, make a conversation, make an argument when I go to his house. He died in Feb, 2009. And there is some event I remembered is that when I called my cousin to know that she is at home so I can visit her in her house, she said that "I'm not at home right now, I'm in hospital, my father is sick." She said it with low tone and I don't know why, when I off the line I cried. She didn't tell me what kind of disease her father's has and I didn't ask her, but maybe my Spirit inside of me knew a thing eventhough my mind doesn't. And some days later, my uncle brought to the hospital in Singapore and night before he leave I visit him in hospital in Semarang and when I asked for leave to go home, I don't know why I wanted to hug him but I didn't do that. Once again, maybe the Spirit inside of me knew it. I hope my uncle go home healthy but the truth is not like what we think. He died in Singapore and the body is sent to Semarang. One thing I remembered that I heard when he is on the phone with his friends and he said that he want to invite his friends to The Black Canyon Coffee (some cafe in Semarang) and actually deep in my heart I want my uncle invite me to The Black Canyon. But above all my thoughts and my will I knew that I have a Father in heaven who watch me wathever I do and He always stand beside of me, keep me. And the Bible said, "Jesus Christ never changes! He is the same yesterday, today, and for ever." (Hebrew 13:8) CEV in my depressed and it has a deep mean for me. Thank You Jesus. Maria love You^^

Wow.. tidak terasa udah 3 bulan ga nulis blog. Hmm..padahal pinginnya sih tiap bulan update nulis. Tapi tiap kali pingin nulis ada halangannya, inet error lah, sibuk lah.. Dan tiap kali ga sibuk plus inet lancar, e.. malah lagi ga kepingin nulis. Ya sebetulnya udah lamaa banget pingin nulis tentang ini, tapi baru sekarang bisa terealisasikan. Oke kita mulai aja deh.
Sebenernya ini untuk mengenang Pamanku yang biasa kupanggil 'Cek' (dibaca= 'ncek') dia adalah adik dari ayah (yang sudah meninggalkan mama, koko, dan aku semenjak umurku 7 bulan). T.T Makin aku dewasa makin ingin aku punya sosok ayah yang membelaiku, memberi nasihat, memberiku uang jajan (hehehe..), dan lain-lain yang selayaknya dilakukan seorang ayah. Nah, Cek ku ini adalah paman yang kuanggap baik dan kadang aku membayangkan jika dia menjadi ayah bagiku. Mengusap kepalaku.. memberi nasihat dan sebagainya. Dia Cek yang baik, aku teringat saat makan di rumahnya semua anggota keluarga dipanggil untuk makan bersama. Saat makan di luar, dia menanyaiku "Ing2 (panggilanku di keluarga) mau nambah?" Senang rasanya merasakan kehangatan yang dia berikan. Aku juga masih ingat saat aku bermain dengan anaknya, yang adalah sepupuku tentunya. Dia tersenyum kecil melihat tingkahku dengan anaknya. Juga saat dia berkata "Wah, Ing2 makane pinter ya." saat makan suki (makanan Jepang). Sekarang Cek telah ke surga pada Feb tahun lalu (2009) dan yang membuatku menyesal adalah mengapa dulu aku tidak banyak bercakap-cakap dengannya, dan kejadian yang terakhir kuingat sebelum waktunya adalah: suatu hari aku menelepon sepupuku untuk main ke rumahnya, tetapi dia menjawab bahwa dia tidak di rumah, dia berada di Rumah Sakit karena ayahnya sakit. Entah mengapa setelah menutup telepon aku langsung menangis padahal aku hanya diberitahu bahwa Cek sakit dan aku pun belum tahu Cek sakit apa. Mungkin walaupun secara pikiran aku tak tahu, namun Roh yang ada dalam diriku tahu. Ternyata setelah di rumah sakit, aku diberitahu bahwa Cek akan dibawa ke Rumah Sakit di Singapore dan entah mengapa sewaktu besoknya akan diberangkatkan ke Singapore, malam saat aku membesuknya dan mau pamit untuk pulang ada rasa ingin sekali memeluk Cek ku itu, tapi karena aku malu, maka hal itu tak kulakukan dan aku langsung pamit untuk pulang. Sekali lagi, mungkin dalam diriku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Rohku mengerti. Itu juga salah satu yang membuatku menyesal untuk tidak melakukannya. ternyata beberapa hari kemudian, keadaan Cek semakin kritis dan anak-anaknyapun diberangkatkan menuju Singapore. Dalam hal ini aku percaya Cek pulang dengan sehat dan selamat. Tapi ternyata kenyataannya tidak demikian. Cek meninggal di sana dan kuharap Cek ke surga. T.T Aku juga sering mendengar Cek saat menelepon teman-temannya dan mengajak mereka ke Black Canyon, salah satu kedai kopi yang ada di Semarang, di daerah candi. Sebenarnya aku ingin sekali Cek mengajakku ke tempat itu, karena akupun belum pernah ke sana dan yah.. aku hanya bisa berharap demikian. Tapi demikian, aku tetap memiliki sosok Bapa yang tidak pernah meninggalkanku, dan aku ingat saat mendapat ayat "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." (Ibr 13:8) Dialah Bapaku yang akan mengasihiku apapun keadaanku. Terima kasih Tuhan Yesus. Maria love you ^^

maria =)